Pantai Gesing Gunung Kidul
inilah indahnya lautan tanpa batas dan keindahan alam yang Tuhan berikan maka jagalah nikmat ini agar kelak tak menyesal di kemudian.
Debur ombak membuat suara gemuruh menakutkan, air mulai terbang melambung tinggi menerjang bebatuan saling berhimpit-himpitan mencari ruang
doc.2012
Bebatuan terkikis oleh hamburan air yang begitu menyeramkan namun itulah keAgungan Tuhan.
doc.2012
Lihatlah birunya lautan betapa indahnya dan damainya ketika melihat keindahan alam
ingin rasanya menghirup sepinya alam.
doc.2012
doc.2012
doc.2012
doc.2012
doc.2012
doc.2012
doc.2012
doc.2012
My Destiny
Ketika aku mendengar lagu my destiny rasanya melayang seakan aku telah merasakan sesuatu yang tak pernah aku rasakan. my destiny versi korea membuatku semakin jatuh hati apa lagi melihat drama koreanya Woww.... banget pokoknya.
Ku masih berharap bisa melangkah lebih maju dari tahun kemarin, karena tahun ini aku pikir sudah waktunya untuk mencari jati diri yang sesungguhnya. andaikan aku bisa berterima kasih pada orang tuaku secara langsung mungkin tak jadi beban. tapi aku bukan orang yang bisa terus terang pada mereka meskipun mereka orang tuaku sendiri.
kenangan bersama teman di Taman Gajah Wong Kota Gede Yogyakarta
meski hanya sesaat di Jogja aku berusaha untuk memperlihatkan betapa indahnya kota jogjakarta.
Doc.2013
dok.2014
Bersama A'yun di fakultas adab dan ilmu budaya tepatnya di lantai 3 karpet hijau. sambil menunggu hujan reda aku bersamanya membuat foto bersama tuk mengenang sebelum dia kembali ke lampung ces...ces...
PANDANGAN ISLAM TERHADAP NEGARA INDONESIA DI INDONESIA
MAKALAH
ISLAM DAN BUDAYA LOKAL
PANDANGAN ISLAM
TERHADAP NEGARA INDONESIA
DI INDONESIA
BAB
I
PENDAHULUAN
Dikalangan umat
Islam sampai sekarang terdapat bebrapa aliran tentang hubungan antara Islam dan
ketatanegaraan. Yang pertama berpendirian bahwa Islam bukanlah semata-mata agama
dalam pengertian barat, yakni hanya menyangkut hubungan antara manusia dengan
Tuhan, sebaliknya Islam adalah satu agama yang sempurna dan yang lengkap dengan
pengaturan bagi segala aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara.
Negara menurut Islam merupakan Negara rasional
yang ditegakkan di atas sendi akidah Islam dan hukum serta peraturan yang
ditumbuhkannya. Jadi ia bukanlah Negara keaderahan yang dibatasi suku, jenis
atau ras. Oleh sebab itu, tidak ada keistimewaan berdasarkan warna kulit, jenis
atau daerah. Dalam Islam ini diwujudkan dengan Ukuwah Islamiyyah.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Penegakan Syari’ah dalam kehidupan dalam
kenegaraan
Dalam konteks
tata negara, nomokrasi Islam sebagai kekuasaan tertinggi. Jika dikaitkan dengan
Islam sebagai suatu komunitas baik agama maupun negara maka makna yang muncul
adalah kedaulatan hukum Islam sebagai penguasa tertinggi atau yang lebih
dikenal dengan supremasi syari’ah.
Islam pada
hakikatnya memiliki kebajikan-kebajikan dan kualitas yang dapat memenuhi
aspirasi-aspirasi spiritual dan material manusia. Islam memberikan sebuah hukum
yang komprehensif untuk membimbing manusia. Islam tidak menghendaki adanya
penginstitusian agama sebagai otoritas mutlak. Islam tidak menghendaki
berlakunya dua macam hukum dalam masyarakat. Islam hanya memiliki satu hukum
yaitu hukum syari’ah yang mencangkup,
membimbing dan mengontrol seluruh kehidupan orang-orang yang beriman.
Secara teologis bagi kaum Muslimin, Islam sebagai agama
dipandang sebuah perangkat sistem kehidupan yang kompleks dan mempuni dan
diyakini merupakan mekanisme yang ampuh dalam menghadapi berbagai persoalan
kehidupan karena sifat kesakralitasnya karena agama Islam berasal dari Tuhan dan
sempurna disebabkan karena ia sebuah risalah penutup bagi manusia.
Ada berbagai sistem politik yang berlaku di dunia Muslim
pada awal zaman modern. Beberapa termasuk kerajaan besar, misalnya Kesultanan
Utsmaniyyah di Eropa dan Timteng serta Kesultanan Mougul di India yang diperitah
oleh sultan. Iran dipimpin oleh Syi’ah.
Keberadaan pemimpin dipandang sebagai sebuah syarat yang
penting untuk memeliharaan hukum dan masyarakat, oleh karena itu diperlukan
seorang pemimpin yang memilki otoritas atau kekuasaan politik.
Otoritas politik dipahami dalam fiqh sebagi alat untuk
mengawasi penerapan risalah Illahi, oleh karena itu, kedaulatan bukanlah milik
penguasa atau ulama tetapi milik Kalam Tuhan seperti terjawantahkan ke dalam
Syari’ah. Jadi negara Islam ideal bukanlah otokrasi atau teokrasi tetapi
nomokrasi(supermasi syari’ah). Negara semata-mata dipahami sebagia wahana untuk
mencapai keamanan dan ketertiban dengan cara yang kondusif bagi kaum Muslim
untuk menjalankan kewajiban agama. Membuat undang-undang adalah bukanlah fungsi
negara( Illahi) mengatasi negara dan bukan suatu negara. Proses hukum hanyalah
menyimpulkan hukum dan aturan terperinci dari ketentuan syari’ah yang lebih luas.
Contoh dari penegakan syari’ah di Indonesia:
Yaitu perumusan Piagam Jakarta yang
menunjukkan sedemikian rupa bahwa keinginan Orang Islam di Indonesia perlu
dijamin identitasnya.
Perumusan Piagam
Jakarta menunjukkan sedemikian rupa bahwa keinginan orang di Indonesia perlu
dijamin identitasnya. Kewajiban mereka melaksanakan Syariat islam perlu dijamin
secara konstitusioanal. Ini bukan berarti umat
Islam menghendaki pemisahan, melainkan karena posisinya yang mayoritas itulah
mereka memerlukan jaminan konstitusional dalam melaksanakan syari‟at agamanya.
Apakah sebabnya? Ialah, melaksanakan syariat Islam itu merupakan kewajiban umat
islam. Mendirikan negara tanpa ada jaminan terhadap kewajiban melaksanakan
syari‟at, memberi kesan kurang kuatnya posisi konstitusional kita di negara ini.
Lagi pula, dengan memberikan jaminan konstitusional kepada penduduk mayoritas,
stabilitas negara yang akan dilahirkan pasti menjadi sangat lebih terjamin.
B. Peranan Umat Islam
a)
Pancasila
dan umat Islam
Perjuangan
umat islam melalui pembentukan organisasi-organisasi masa, baik yang bergerak
dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, politik dan lain sebagainya. Banyak
tokoh dan para pemimpin umat islam yang telah berjasa dan berperan aktif mereka
terlukis dalam sejarah bangsa. Dalam hal dasar negara sebagaimana tercantum
dalam UUD 1945 yaitu pancasila, para pemimpin islam tersebut dengan kebesaran
jiwa dan rasa nasionalisme yang tinggi, telah menerima pergantian tujuh
kata-kata menjadi tiga kata yaitu Yang Maha Esa, karena adanya rasa keberatan
dari golongan Katholik dan Protestan. Persetujuan para pemimpin Islam terhadap
pergantian tersebut adalah karena jiwa toleransi dan lapang dada mereka, demi
persatuan dan kesatuan bangsa indonesia. Dalam istilah Ilmu Ushul Fiqh
persetujuan mereka ini dapat disebut sebagai Ijma’ Sukuti, artinya menyetujui
dengan cara diam menerima.
Ummat
islam Indonesia sebagai bagian terbesar dari pada bangsa Indonesia mempunyai
kewajiban sebagai konsekuensi logis daripada perjalanan sejarahnya dan sejarah
perumusan Pancasila itu sendiri, untuk dapat tetap memelihara dan melestarikan
pancasila sebagai hasil pengorbanan dalam perjuangannya.
Pembangunan
merupakan gerak perubahan pancasila bagi umat islam, hendaknya umat islam lebih
memantapkan pemahaman, pemghayatan, dan pengalaman pancasila sebagai suatu
kesatuan utuh dan bulat. Umat islam harus dapat mewujudkan dalam kehidupan
sehari-hari bahwa sila ketuhanan yang maha esa dari pancasila benar-benar
memberi pancaran keagamaan bagi sila-sila yang lain, memberi petunjuk jalan dan
bimbingan dalam melaksanakan sila-sila yang lain.
Apabila
islam dapat melaksanakan agamanya dengan tepat berarti telah melaksanakan
nilai-nilai yang terkandung dal;am pancasila, karena nilai-nilai tersebut pada
prinsipnya terdapat dalam ajaran islam. Islam mengajarkan tauhid, kasih sayang
sesama manusia, dan mengutamakan kesatuan Indonesia. Islam juga mengutamakan
musyawarah dan keadilan sosial. Nilai-nilai pancasila disesuaikan dengan
nilai-nilai yang terdapat dalam ajaran islam.
b) Umat Islam dan Pembangunan
Bangsa indonesia
menghendaki keselarasan hubungan antara manusia dengan tuhannya, antara sesama
manusia serta lingkungn alam sekitarnya, keserasian hubungan antara
bangsa-bangsa dan juga keselarasan antara cita-cita hidup di dunia dan di
akhirat.[1]
Tujuan akhir
pembangunan adalah kehidupan manusia dan masyarakat yang serba selaras,
masyarakat maju dan makmur berdasarkan Pancasila. Tujuan dan cita-cita ini
memerlukan perjuangan dengan melaksanakn pembangunan dalam segala bidang serta
setiap pelaksana harus memahami pedoman dan landasan pembangunan.
Pembangunan
manusia dan masyarakat indonesia harus diperhatikan. Sebab, di tangan orang
yang tidak bertanggung jawab maka modal dan akal dapat membahayakan manusia dan
masyarakat. Karena itu watak dan moral harus selalu berjalan di depan,
membimbing dan memberi arah pada segala kemampuan yang diarahkan dalam
melaksanakan pembagunan.[2]
Umat Islam harus
bertekad bulat untuk melaksanakan pembangunan dalam segala bidang disertai
dengan keikhlasan dan didasari dengan iman kepada Allah SWT.
Pembangunan
dan Agama adalah satu nafas. Pembangunan akan membawa kita kepada kemajuan dan
agama akan membawa kita kepada kebahagiaan. Dan kemajuan yang penuh kebahagiaan
bagi kita semua itu adalah tujuan pembangunan masyarakat indonesia. Agama tanpa
pembangunan tidak maju, sedangkan pembangunan tanpa agama akan salah arah.[3]
Apabila
pendidikan agama juga seperti halnya pendidikan umum benar-benar dapat
ditingkatkan, baik dalam lembaga formal maupun non formal, maka keterbelakangan
dan kebodohan bangsa Indonesia dapat dihilangkan. Untuk kebahagiaan dan
kesejahteraan di dunia dan di akhirat diperlukan ilmu, oleh karena itu ilmu
sangat penting.
c) Peranan pemimpin Umat Islam dalam
Mengamalkan Pancasila
Para pemimpin
umat islam di segala bidang dan lapangan pembangunan, mereka hendaknya memberi
tauladan yang baik dalam sikap dan perbuatan sehari-hari sesuai dengan ajaran
islam sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist yang kemidian sesuai
dengan nilai-nilai pemerintahan.
Kunci utama bagi para pemimpin umat islam
dalam sikap dan tingkah laku dalam kehidupan kenegaraan adalah merasa kagum
atas kebesaran Allah SWT, agar dapat melaksanakan kewajibannya sebagai warga
negara dan warga masyarakat.
Peranan kepemimpinan dalam
menghayati dan mengamalkan Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan
menentukan dalam masyarakat indonesia. Oleh karena itu penonjolan sikap dan
tindak tanduk seorang pemimpin baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun
kehidupan sosial yang mencerminkan nilai-nilai moral pancasila, akan memberikan
pengaruh yang sangat besar pada masyarakat lingkungannya.[4]
Pancasila hendaknya dirasakan sebagai sumber
kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Pengamalan Pancasila sebagai
perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan dimulai dari
setiap warga negara, penyelenggara negara, terus meluas kesetiap lembaga
kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan.
Para pemimpin hendaknya mengusahakandengan sungguh-sungguh
dan terus-menerus serta terpadu demi terlaksananya penghayatan dan pengamalan
pancasila.
C. Unsur-unsur Negara Hukum RI
1. Supremasi Hukum (Supremacy of Law). Adanya
pengakuan normatif dan empirik akan prinsip supremasi hukum, yaitu bahwa semua
masalah diselesaikan dengan hukum sebagai pedoman tertinggi. Islam sendiri
memiliki hukum tertinggi yaitu Alquran dan Al Hadits sebagai pedoman hukum
dalam penyelesaian masalah menurut pandangan Islam.
2.
Persamaan
dalam Hukum (Equality before the Law). Adanya persamaan kedudukan setiap orang
dalam hukum dan pemerintahan, yang diakui secara normatif dan dilaksanakan
secara empirik.Islam menggangap di sisi Allah tidak ada perbedaan kecuali
taqwa.
3.
Transparansi
dan Kontrol Sosial. Adanya transparansi dan kontrol sosial yang terbuka
terhadap setiap proses pembuatan dan penegakan hukum, sehingga kelemahan dan
kekurangan yang terdapat dalam mekanisme kelembagaan resmi dapat dilengkapi
secara komplementer oleh peran serta masyarakat secara langsung (partisipasi
langsung) dalam rangka menjamin keadilan dan kebenaran. Nilai-nilai Islam juga
mengajarkan kejujuran dalam segi apapun tak terkecuali untuk penegakan hukum.
Bahkan Nabi saw tidak pandang bulu terhadap pelaku kejahatan bahkan bahkan itu
berasal dari anggota Beliau.
BAB
III
KESIMPULAN
Di
Indonesia pandangan mengenai kaitan nasionalisme dan islam juga ditentukan.
Sebelum Indonesia merdeka, Islam menjadi sumber perlawanan kaum muslim terhadap
kaum kolonial. Di alam Indonesia merdeka, Islam menjadi salah satu sumber
inspirasi bagi pembangunan bangsa. Para pemikir Islam berusaha menjadikan
ajaran Islam sumber etika dan kebijakan nasional. Kendatipun demikian, asas
negara Indonesia diterima sebagai sesuatu yang final, namun sampai sekarang
pertentangan antara identitas keislaman dan keindonesiaan masih saja
diperdebatkan, meskipun dalam skala yang tidak terlalu besar.
Sepertinya
untuk menggambarkan kondisi hubungan Islam dan Negara di Indonesia sekarang
nampaknya ungkapan Hasan Hanafi cocok untuk dikemukakan disini, bahwa “Agama
dalam Islam adalah sistem politik, teori ekonomi dan struktur sosial, namun ini
tidak menunjukkan penguasaan negara terhadap masyarakat akan penafsiran
terhadap islam. Ini lebih berarti nilai-nilai Islam tidak dapat dipisahkan dari
masalah negara, dan nilai yang utama adalah kebebasan memilih terhadap
kekuasaan politik, mempertahankan kepentingan umum dan perlindungan suatu
bentuk sosial dari diskriminasi antar kelas di dalam masyarakat.
Model TAM (Tecnology Acceptance Model)
SURVEI
PERPUSTAKAAN BERBASIS TI
Pada
Perpustakaan SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
Technolgy
Acceptance Model (TAM)
BAB I
PENDAHULUAN
Technology Acceptance Model (TAM)
yaitu teori system informasi yang membuat model tentang bagaimana pengguna mau
menerima dan menggunakan teknologi. Model ini mengusulkan bahwa ketika pengguna
ditawarkan untuk menggunakan suatu system yang baru, sejumlah faktor
mempengaruhi keputusan mereka tentang bagaimana dan kapan akan menggunakan
system tersebut, khususnya dalam hal :
1.
Usefulness,
pengguna yakin bahwa dengan menggunakan system ini akan meningkatkan
kinerjanya.
2.
Ease of use,
pengguna yakin bahwa menggunakan system ini akan membebaskanya dari kesulitan,
dalam artian bahwa system ini mudah dalam penggunaanya.
3.
TAM memiliki
elemen kuat tentang perilaku yang mengasumsikan bahwa ketika seseorang
membentuk suatu bagian untuk bertindak, mereka akan bebas untyuk bertindak
tanpa batasan.
4.
TAM dikembangkan
oleh Davis (1989) yang mengadaptasi model TRA (theory of Reasoned Action).
Davis dalam dua penelitian yang melibatkan 152
pengguna dan 4 buah aplikasi program menemukan adanya dua varoabel penting yang
menentukan penerimaan terhadap teknologi informasi, yakni kebermanfaatan dan
kemudahan. Disamping itu, Davis menemukan bahwa faktor kebermanfaatan secara
signifikan berkaitan dengan penggunaan system saat ini dan mampu memprediksi
penggunaan yang akan datang.
Faktor
kebermanfaatan pada model TAM disini, didefinisikan sebagai sejauh mana
seseorang meyakini bahwa penggunaan teknologi/system tertentu akan meningkatkan
kinerja. Sementara kemudahan diartikan sebagai tingkat dimana seseorang
meyakini bahwa penggunaan system informasi adalah mudah dan tidak memerlukan
usaha keras dari pemakainya untuk bisa menggunakanya.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Perpustakaan
SMA N 5 Yogyakarta
Perpustakaan SMA N 5
Yogyakarta ( Puspanegara ) merupakan salah satu sumber pembelajaran serta
sumber intelektual yang amat penting dalam fungsinya sebagai pusat layanan
informasi yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Keberadaan Perpustakaan
Puspanegara tidak lepas dari institusi induknya yaitu SMA Negeri 5 Yogyakarta.
Seiring perjalanan sejarah perpustakaan yang letaknya berpindah-pindah dari
ruang guru hingga sampai mempunyai gedung sendiri, pergantian staff dan
penambahan koleksi dari tahun 1980 hingga sekarang, dan mulai tahun 2007 ini di
rencanakan memakai sistem komputerisasi untuk mendukung rintisan sekolah
kategori mandiri ( SKM ). Berikut ini merupakan perjalan singkat Perpustakaan
SMA Negeri 5 Yogyakarta :
·
1977-1980
Awalnya Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta merupakan pindahan dari Perpustakaan SMP 10 yang ada di jalan Kenari (sekarang SMA N 8 Yogyakarta), kemudian pindah di jalan Nyi Pembayun 39 Kotagede Yogyakarta sampai sekarang. Tahun 1977 Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta masih menempati ruang kelas yang di bagi dengan ruang guru dengan memakai sistem tertutup (closed access). Koleksinya saat itu hanya berupa buku-buku paket/buku teks pelajaran siswa, buku-buku sastra dan fiksi, hal ini karena pada saat itu masing-masing kelas hanya ada tiga kelas. Pada tahun 1980 Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta menempati gedung baru yang ditempati hingga saat ini. Mulai saat itu koleksi perpustakaan mulai ditambah dengan menggunakan biaya sumbangan dari siswa kelas III yang lulus.
Awalnya Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta merupakan pindahan dari Perpustakaan SMP 10 yang ada di jalan Kenari (sekarang SMA N 8 Yogyakarta), kemudian pindah di jalan Nyi Pembayun 39 Kotagede Yogyakarta sampai sekarang. Tahun 1977 Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta masih menempati ruang kelas yang di bagi dengan ruang guru dengan memakai sistem tertutup (closed access). Koleksinya saat itu hanya berupa buku-buku paket/buku teks pelajaran siswa, buku-buku sastra dan fiksi, hal ini karena pada saat itu masing-masing kelas hanya ada tiga kelas. Pada tahun 1980 Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta menempati gedung baru yang ditempati hingga saat ini. Mulai saat itu koleksi perpustakaan mulai ditambah dengan menggunakan biaya sumbangan dari siswa kelas III yang lulus.
·
1999
Pada tahun ini sekolah menerapkan kebijakan baru, sehingga mulai saat itu biaya sumbangan siswa kelas III yang lulus dikelola Tata Usaha dan kemudian diberikan ke perpustakaan dalam bentuk buku.
Pada tahun ini sekolah menerapkan kebijakan baru, sehingga mulai saat itu biaya sumbangan siswa kelas III yang lulus dikelola Tata Usaha dan kemudian diberikan ke perpustakaan dalam bentuk buku.
·
2002
Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta mendapat bantuan dana block-grant yang kemudian digunakan untuk melakukan pembenahan untuk mengembangkan perpustakaan dengan melengkapi berbagai koleksi dan membangun gedung perpustakaan menjadi dua lantai.
Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta mendapat bantuan dana block-grant yang kemudian digunakan untuk melakukan pembenahan untuk mengembangkan perpustakaan dengan melengkapi berbagai koleksi dan membangun gedung perpustakaan menjadi dua lantai.
·
2006
Akhirnya dengan bantuan dana BOS, terwujudlah perpustakaan dua lantai dengan koleksi yang cukup lengkap. Pada tahun ini mulai dirintis otomatisasi perpustakaan.
Akhirnya dengan bantuan dana BOS, terwujudlah perpustakaan dua lantai dengan koleksi yang cukup lengkap. Pada tahun ini mulai dirintis otomatisasi perpustakaan.
·
2007
Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta melakukan penambahan fasilitas meja carell, komputer yang terkoneksi dengan internet, jaringan internet nirkabel/wireless (WiFi), ruang referensi lengkap dengan perlengkapan audio visual. Pada tahun ini juga persiapan otomatisasi perpustakaan telah mencapai tahap akhir dan siap untuk diimplementasikan.
Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta melakukan penambahan fasilitas meja carell, komputer yang terkoneksi dengan internet, jaringan internet nirkabel/wireless (WiFi), ruang referensi lengkap dengan perlengkapan audio visual. Pada tahun ini juga persiapan otomatisasi perpustakaan telah mencapai tahap akhir dan siap untuk diimplementasikan.
·
2008
Babak baru dalam sistem Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta dimulai. Tahap persiapan otomatisasi perpustakaan telah selesai, uji kelayakan sistem serta simulasi secara keseluruhan telah dilakukan. Sejak saat ini otomatisasi perpustakaan mulai diimplementasikan.
Babak baru dalam sistem Perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta dimulai. Tahap persiapan otomatisasi perpustakaan telah selesai, uji kelayakan sistem serta simulasi secara keseluruhan telah dilakukan. Sejak saat ini otomatisasi perpustakaan mulai diimplementasikan.
B. LAYANAN
PERPUSTAKAAN
Untuk
mendukung SMA Negri 5 Yogyakarta sebagai sekolah rintisan mandidi, perpustakaan
SMA Negeri 5 Yogyakarta berusaha memberikan berbagi pelayanan secara maksimal,
pelayanan tersebut antara lain:
Ø Layanan sirkulasi
Sivitas Akademika SMA Negeri 5 Yogyakarta dapat
memperoleh layanan peminjaman dan pengembangan buku di perpustakaan sesuai
dengan peraturan yang berlaku
Ø Lyanan refernsi
Ø Jasa layanan
refernsi ini memberikan rujukan informasi yang beragam serta mendalam dari
bahasa pustaka ada di perpustakaan.
Ø Laynan terbitan
berkala
Ø Untuk melengkapi sumber
bacaan, perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta telah berlangganan beberapa
terbiatn berkala (koran dan majalah) beberapa diantaranya : Kompas, kedaulatan
rakyat, the jakarta pos.
Ø Layanan intenet
Ø Sivitas Akademika
SMA Negeri 5 Yogyakarta dapat menikmati akses internet secara Cuma Cuma melalui
koputer komputer yang telah disediakan di perpustakaan atau menggunakan
perangkat masing masing dengan memanfaatkan jaringan internet nirkabel (WiFi)
yang ada.
Ø Layanan catalog
online
Ø Katalog
perpustakaan SMA Negeri 5 Yogyakarta dapat diakses secara online melalui media
internet di http://perpus.puspanegara.com
Ø Layanan ruang baca
Ø Perpustakaan SMA 5
Negeri Yogyakarta mempunyai ruang baca yang reprentatif yang dapat di gunakan
untuk membaca koleksi perpustakaan dengan nyaman.
Ø Fsilitas ruang
pembelajaran
Ø Di lantai dua
gedung perpustakaan, terdapat sebuah ruang pembelajaran dan ruang refrensi yang
cukup luas, ruangan ini di lengkapi dengan televisi dan LCD proyektor.
Ø Fasilitas sirkulasi
terkomputerisasi
Ø Pelayanan sirkulasi
secara terkomputerisasi dan menggunakan sistem barcode memudajkan dan
mempercepat kinerja serta kenyamanan dalam pelayanan.
Ø Fasilitas absensi
terkomputerisasi
Ø Sebelum emasuki
ruang perpustakaan pengunjung dapat melakukan absensi dengan cara mengesekan
kartu anggota perpustakaan pada barcode slider yang tersedia, sistem ini
mempermuda pengelola perpustakaan untuk mengetahui statistik kunjungan.
Ø Fasilitas computer
catalog
Ø Di lantai satu
terdapat sebuah komputer katalog yang dapat di gunakan untuk melakukan
penelusuran koleksi, data koleksi yang telah terkomputerisasi memudahkan
peminjaman untuk melakukan penelusuran.
E. Penerimaan SIPUT
Ø Bagi pemustaka
Penerimaan SIPUT
oleh pustakawan SMA Negeri 5 Yogyakarta sangat baik. SIPUT di rancang oleh alumnus dari SMA Negeri 5
Yogyakarta untuk membantu dalam kegiatan perpustakaan, SIPUT ini dibuat atas
kerjasama antara pembuat SIPUT denagnpustakawan, agar hasil daru SIPUT tersebut sesuia dengan kebutuhan perpustakaan.
SIPUT ini dibuat sederjana tetapi dapat membantu dalam kinerja pustakawan itu
sendiri, dalam kegiatan di perpustakaan yang meliputi pengolahan data,
pelabelan, penbarcode, absensi, dan sirkulasi perpustakaan, namun SIPUT ini
berlicensi sehingga perpustakaan tiap bulannya membayar, namun perpustakaan dan
pustakawan tidak keberatan karena SIPUT tersebut mempunyai kemnfaatan kemudahan
dalam membantu proses kegiatan perpustakaan.
Ø Bagi pemustaka
Penerimaan
SIPUT bagi pemustaka memudahkan dalam
mencari bahan informasi yang dibutuhkan, jadi pengguna dapat melakukan
penelusuran bahan informasi secara mandiri, tanpa harus melalui pustakawan,
namun ada sebagian siswa yang suka mencari langsung bahan informasi di rak.
Dalam kegiatan
sirkulasi peminjaman dan penegmbalian bahan pustaka harus melalui pustakawan,
sehingga terkadang terjadi penumpukan dan pengantrian peminjaman. Untuk tingkat
kemudahan dan pemanfaatan SIPUT bagi siswa- siswi kurang karena kurangnya
sosialisasi SIPUT.
Ø
Bagi peneliti
Pada penelitian ini
peneliti berperan ganda sebagai ,pustakawan dan pemustaka, sehingga apa yang
keduanya rasakan dengan yang peneliti rasakan dalam menggunakan SIPUT menurut
kami sudah baik untuk tingkatan sekolah menngah atas, namun masih kurang
lengkap saja.
F.ANALISIS
Dari data-data yang kami
dapat menunjukan bahwa perkembangan perpustakaan SMAN 5 Yogyakarta cukup
signifikasi, yakni melalui masa perintisan pada tahun 1980-an hingga akhirnya
pada tahun 2006 mulai dirintis perpustakaan terotomasi atas bantuan BOS. Otomasi
perpustakaan mulai diimplementasikan pada tahun 2008 hingga sekarang.
Terotomasinya perpustakaan mendapat tanggapan yang positif dari para pemustaka
karena kemudahan dalam penggunaanya. Hal ini dapat terlihat dari jumlah
kunjungan pemustaka semakin bertambah setiap harinya dan semakin antusisnya
para siswa untuk belajar di perpustakaan. Sedangkan manfaat bagi pustakawan
yaitu bisa mempermuda dalam kinerjanya, selain itu juga mempermudah dalam temu
kembali informasi bagi para siswa yang mencari informasi.
(Technologi
Acceptance Model), yaitu teori sistem informasi yang membuat model tentang
bagaimana pengguna menerima dan menggunakan teknologi. Berdasarkan data diatas
dapat diketahui bahwa teknologi informasi di perpustakaan SMAN 5 Yogyakarta
mudah diterima karena mudah digunakan sebab program SIPUT memang dirancang
sesuia kebutuhan perpustakaan.
PENUTUP
A. Simpulan & Saran
Kehadiran
perpustakaan yang telah terotomasi di SMA N 5 Yogyakarta mendapat tanggapan
positif dari lingkungan perpustakaan. Hal ini dikarenakan dapat memberi manfaat
yang cukup besar bagi pustakawan juga pemustaka. Perpustakaan sebagai sumber
belajar para siswa memberi kontribusi bagi para siswa dengan menyediakan
informasi yang mudah diakses yaitu menggunakan bantuan teknologi informasi.
Sehingga, para siswa dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan, dapat
mencarinya dengan waktu yang efektif dan efisien. Sedangkan bagi pustakawan,
hadirnya perpustakaan berbasis teknologi dapat membantu meringankan kinerjanya,
serta dapat meminimalisir human error.
Tetap
meningkatkan semangat kerja dan pelayanan dari pustakawan bagi pemustaka,
karena secara umum respon dari pemustaka cukup baik. Jika memungkinkan,
sebaiknya software dari program dialihkan ke software yang sifatnya open
source, karena selama ini perpustakaan masih harus mengeluarkan biaya untuk
software nya. Tingkatkan dan kembangkan softwarenya agar dapat membantu
kegiatan perpustakaan secara maxsimal.
Daftar Pustaka
Ahmad Mansyur.2011.Pemanfaatan Internet Sebagai Sarana
Penelusuran Informasi Bagi Pemustaka di UPT Perpustakaan UNY.skripsi.Yogyakarta:UIN
Sunan Kalijaga.
kerinduan yang mendalam
| dok.2013 |
Kota kebumen adalah tanah kelahiranku, aku akan selalu ingat itu dan banyak kisah dibaliknya. saat-saat kecil aku bersama saudaraku orang tuaku bahkan sahabat-sahabat kecilku mereka sangat berharga buatku.
kapan aku bisa memberikan sebuah pengabdian pada kalian yang telah mengasihiku hingga aku dewasa dan bisa sekolah seperti sekarang ini.
ketika aku datang ke Alun-alun memoriku langsung terbuka dan semua tergambar kisah suka maupun duka bersama teman-teman saya.
akankah aku bisa bertemu dengan mereka-mereka meski kemungkinan sedikit karena terlupakan oleh waktu yang begitu cepat berlalu. ku menyusuri alun-alun sendiri dengan alasan yang tidak logis, sebenarnya aku rindu tapi aku gengsi mengatakanya.
aku ingin kita alumni MA maupun alumni Pesantren kumpul bersama saling berbagi pengalaman. akan ku ukir kisah kalian tanpa aku ragu. sahabat kalian bagai mentari di pagi hari yang tak pernah sirna meski aku telah mati.
Langganan:
Postingan (Atom)

